oleh: Ulum A Saif
(Pendidik Rumah Tangga)
Mengapa ayat pernikahan di simpan di surat Ar Ruum? Di antara penjelasan dari para ‘Ulama ahli Tafsir Al Qur’an adalah karena Keluarga menjadi Cermin dari sebuah Peradaban.
Kualitas sebuah peradaban terlihat dari Kualitas Keluarganya.
Ar-Ruum (Surat ke-30 dalam Al Qur’an) secara harfiah berarti Romawi. Romawi adalah peradaban besar yang maju, digdaya. Sebelum nabi diutus, dunia dikuasai oleh 2 Peradaban Besar: Persia dan Romawi.
Saking besarnya Romawi, ia terbagi 2: Romawi Barat & Romawi Timur. Tahun 7 Hijriyah, Nabi mengirim surat ajakan masuk Islam kepada raja-raja dunia. Termasuk mengirim surat kepada Raja Persia dan Raja Romawi Timur.
Raja Persia merobek-robek surat dari Nabi. Dan, apa yang terjadi? Peradabannya pun robek tercabik-cabik.
Heraklius, Kaisar Romawi, menanggapi dengan baik. “Kalau bukan karena kerajaanku ini, aku pasti akan mendatangi Madinah. Akan aku cuci kakinya.”
Rasul pun balas mendoakan, “Semoga Allah melanggengkan kerajaannya.”
Kualitas sebuah peradaban tercermin dari kualitas keluarganya.
Romawi Timur kemudian dibebaskan menjadi wilayah Islam melalui Sultan Muhammad Al Fatih. Romawi Barat, hingga hari ini belum tersentuh oleh Umat Islam.
Kelak, di penghujung zaman, barulah Romawi Barat akan dibebaskan oleh Islam.
Tulisan ini tidak dimaksudkan untuk membahas peradaban Romawi. Tulisan ini ingin mengirim pesan: “kita butuh kesadaran secara kolektif bahwa keluarga ialah lembaga yang mengemban Peran Peradaban.”
Kita tidak bisa memisahkan Keluarga dari Peradaban sebagaimana kita tidak bisa memisahkan ayat pernikahan di dalam surat Ar-Ruum.
وَمِنْ اٰيٰتِهٖٓ اَنْ خَلَقَ لَكُمْ مِّنْ اَنْفُسِكُمْ اَزْوَاجًا لِّتَسْكُنُوْٓا اِلَيْهَا وَجَعَلَ بَيْنَكُمْ مَّوَدَّةً وَّرَحْمَةًۗ اِنَّ فِيْ ذٰلِكَ لَاٰيٰتٍ لِّقَوْمٍ يَّتَفَكَّرُوْنَ
“Di antara tanda-tanda (kebesaran)-Nya ialah bahwa Dia menciptakan pasangan-pasangan untukmu dari (jenis) dirimu sendiri agar kamu merasa tenteram kepadanya. Dia menjadikan di antaramu rasa cinta dan kasih sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi kaum yang berpikir.” (QS. Ar-Ruum [30]: 21)
5 tahun lebih ini kami mengambil peran pendidikan keluarga muda. Kami merumuskan ada Strata Peran Peradaban Keluarga.
Strata ini perlu ditempuh secara baik dari bawah ke atas. Berturut-turut strata Peran Peradaban Keluarga yang dimaksud adalah:
Peran Diri, lalu Peran Berpasangan, lalu Peran Keorangtuaan, kemudian Peran Keumatan.
Strata peran peradaban ini terinspirasi dari QS. Al Hujurat: 13
يٰٓاَيُّهَا النَّاسُ اِنَّا خَلَقْنٰكُمْ مِّنْ ذَكَرٍ وَّاُنْثٰى وَجَعَلْنٰكُمْ شُعُوْبًا وَّقَبَاۤىِٕلَ لِتَعَارَفُوْاۚ اِنَّ اَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللّٰهِ اَتْقٰىكُمْۗ اِنَّ اللّٰهَ عَلِيْمٌ خَبِيْرٌ
“Wahai manusia, sesungguhnya Kami telah menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan perempuan. Kemudian, Kami menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal. Sesungguhnya yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah adalah orang yang paling bertakwa. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Mahateliti.” (QS. Al Hujurat [49]: 13)
Di Strata yang paling bawah, yaitu Peran Diri, tantangan terbesarnya adalah Mengenal Diri. Tidak akan sampai kita kepada Peran Peradaban sebelum kita bisa mengenal diri kita ini.
Diri ini dibentuk oleh sesuatu yang tetap & sesuatu yang berubah-ubah. Apa yang tetap, di antaranya adalah jenis kelamin (laki-laki atau perempuan). Apa yang berubah-ubah adalah lingkungan (lingkungan keluarga, lingkungan tetangga, lingkungan belajar, lingkungan kerja, dst).
Di Strata kedua, yaitu Peran Berpasangan, tantangan terbesarnya adalah Berlatih Menyesuaikan Diri. Tentu saja harus diawali mengenali pasangan.
Di Strata ketiga, yaitu Peran Keorangtuaan, tantangan terbesarnya adalah Kepedulian. Tentu saja harus juga diawali dengan mengenali anak.
Di Strata puncak, yaitu Peran Keumatan, tantangan terbesarnya adalah Keikhlasan. Tentu saja harus juga diawali dengan mengenali umat.
Jadi, kata kunci untuk memiliki Peran Peradaban adalah mengenal. Baik itu mengenal diri ataupun mengenal orang lain. Jika mampu MENGENAL, maka keluarga akan melewati Strata Peran sehingga punya Peran Peradaban.
Pertanyaan selanjutnya, bagaimanakah untuk Mengenal Diri atau Mengenal Orang lain itu?
InsyaAllah akan kita lanjutkan di artikel berikutnya.
Founder Sekolah Rumah Tangga