“Anak Yatim bukanlah anak yang kehilangan sosok ayah, tapi anak yatim adalah anak yang kehilangan pendidikan adab dari ayahnya. Demikian nasihat Bapak kepada saya. Jadi, ’negeri tanpa ayah’ bukan berarti ayahnya tiada. Ayahnya ada, tapi peran pendidikannya yang tidak ada.”




Di Negeri Tanpa Ayah, perannya tajam di luar rumah, tapi tumpul di dalam rumah. Di Negeri Tanpa Ayah, kekecewaan di tempat kerja ia tumpahkan ke dalam rumah.
Di Negeri Tanpa Ayah, sibuk berangkat kerja sebelum anaknya membuka mata, lelah pulang kerja setelah anaknya tertidur tanpa doa. Di Negeri Tanpa Ayah, anak-anaknya jarang diajak bicara.
Di Negeri Tanpa Ayah, sekalinya diajak bicara justru ditegur keras karena anaknya tak sehebat dirinya. Di Negeri Tanpa Ayah, ia hanya ada dengan anaknya, tapi tidak bersama dengannya.
Di Negeri Tanpa Ayah, anak-anak tak berani memutuskan untuk dirinya. Di Negeri Tanpa Ayah, anak-anak mendewasa hanya usia, tak mendewasa pemikirannya.
Di Negeri Tanpa Ayah, para ibu gagal menjadi madrasah.
Di Negeri Tanpa Ayah, para ibu menjadi madrasah, tapi tak punya kepala sekolah.
Lembar Pembuka: Negeri Tanpa Ayah
Yatim Sebelum Waktunya
Hilangnya Sosok Ayah
Indonesia: "Fatherless Country" Ketiga di Dunia
Bahaya Terbesar adalah Tidak Ada Role Model
Siapakah Anak Kita?
Apa Itu Manusia?
Islamic Human Nature Concept
Ayah Ahli Hikmah
Pendidikan Utama dari Ayah
Pendidikan Istimewa dari Ayah
Mendidik Keimanan Anak Sesuai Perkembangan Usianya
Mendorong Rasa Ingin Tahu Anak Sesuai Perkembangan Usianya
True Story, Mendadak Jadi Ayah
Mendidik Tabiat (Bakat) Anak Sesuai Perkembangan Usianya
Mendidik Syahwat Anak Sesuai Perkembangan Usianya
Kisah Persalinan Istriku
HP dan Game Online
Gantung Diri karena HP
Ngobrol dengan Istri
Hadir 100%
Kisah Imam Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah
Memulai dari Koneksi sebelum Koreksi
Pada Akhirnya
"Buku dari Kang Ulum ini, sungguh menginspirasi bahwa keluarga sebagai fondasi utama seorang manusia membutuhkan peran ayah, lebih daripada yang selama ini kita pikirkan. Teruslah menginspirasi, Kang Ulum."
"Buku ini cocok untuk ayah maupun calon ayah yang ingin menjadi ayah seutuhnya. I think it should be in the 'top ten' in bookstores. Buku ini menyadarkan peran ayah sesungguhnya. Kalau habis baca buku ini tetap gak sadar-sadar, namanya keterlaluan."
"Buku ini, sudah menyentak sejak lembar pertama. Menyadarkan bahwa peran ayah tidaklah sederhana. Salah-salah, seorang anak bisa menjadi 'yatim' sedangkan sang ayah hidup bersamanya."
Buku Saatnya Ayah Mendidik karya Ulum A. Saif
Paket Buku Saatnya Ayah Mendidik karya Ulum A. Saif & Saatnya Ibu Menjadi Ibu karya Febrianti Almeera