Ulum A. Saif lahir di penghujung tahun 1990. Ia adalah putera kedua dari pasangan Bapak Kyai R. Dedi Maqsudi S. dan Ibu Susilawati. Ayahnya yang berasal dari Cirebon adalah alumni Pesantren Lirboyo, Kediri. Ibunya yang terlahir di Pangalengan (Bandung) adalah puteri pertama dari seorang pegawai negeri sipil Kantor Urusan Agama (KUA) di Kabupaten Subang.
Selain dididik oleh kedua orangtuanya, Ulum kecil diasuh pula oleh paman dan bibinya yang merupakan santri juga pengajar di pondok pesantren Darussalam (alumni Gontor) di Kasomalang, Subang. Di tahun 1986, di antara yang merintis pendirian pesantren tersebut adalah ayahanda dari Ulum.
Ketika usia 4 tahun, karena kelancarannya dalam membaca Al Qur’an serta terlihatnya bibit seorang calon pendidik, Ulum kecil sudah ditunjuk oleh gurunya untuk menjadi Tutor Sebaya untuk teman-teman sekelasnya dalam membaca Al Qur’an di TPQ (Taman Pendidikan Qur’an) di Pagaden, Subang. Ia kemudian hanya sempat mengenyam pendidikan dasar di kelas 1 SD saja, karena harus mengikuti Bapaknya menjadi musafir di tahun 1997 yang sebagian besarnya dihabiskan dengan berjalan kaki di wilayah Jawa dan Sumatera selama 9 bulan lamanya. Sebuah perjalanan yang sangat kaya akan tempaan pendidikan jiwa juga kebeningan hati bagi anak seusianya.
Perjalanan 9 bulan itu berakhir di kota wali, Cirebon. Di sana, Ulum melanjutkan pendidikan dan hafalan Qur’annya di Pondok Pesantren Rohmatul Qur’an (alumni Pesantren Kempek, Cirebon) yang diasuh oleh Kyai Haji Syattori dan Ustadz Ubaidillah Syattori, Al-Hafidz. Di waktu yang bersamaan, ia menamatkan jenjang Madrasah Ibtidaiyyah sebagai lulusan terbaik. Selama di Ibtidaiyyah itu, ia menjuarai banyak sekali lomba, di antaranya Kaligrafi, Menulis Artikel, dan Pidato.
Pendidikan menengah pertamanya di Sumber, Cirebon. Salah satu prestasinya di sana adalah mewakili sekolah mengikuti Olimpiade Bahasa Indonesia. Lalu jenjang pendidikan menengah atasnya ia kembali ke kota kelahirannya, Subang. Di SMA, ia aktif menjadi Ketua OSIS, menjadi juara Siswa Berprestasi, dan hampir setiap bulan selama 2 tahun berturut-turut ia mengikuti dan menjuarai beragam ajang perlombaan. Puncaknya, di tahun 2007, ia menjadi peserta terbaik di Kota Busan, Korea Selatan, untuk ajang perlombaan Edutainment (Education and Entertainment) Week jenjang pelajar SMA se-Asia Pasific yang diselenggarakan oleh APEC Learning Community Builders.
Pendidikan Akademiknya berlanjut dengan mempelajari logika bahasa sains dan ilmu kependidikan, yaitu Pendidikan Matematika UPI (Universitas Pendidikan Indonesia), Bandung. Di sana, ia menjadi Mahasiswa Berprestasi tingkat Jurusan, juga mewakili UPI di Lomba Debat Qur’ani (Bahasa Inggris) di ajang MTQ Mahasiswa tingkat Nasional. Selama menjadi mahasiswa, ia rutin pulang-pergi antara Bandung-Subang untuk ngaji kitab-kitab khas, seperti Al Hikam Ibnu Athoillah, kepada Bapaknya.
Lepas kuliah, Ulum masuk ke dunia Pengembangan Diri dan Training Motivasi selama 2,5 tahun di ButterflyAct (kini High Class Response).
Kemudian, setelah menikah, Ayahnya mendirikan pondok pesantren, dan Ulum sampai hari ini diberi amanat untuk memimpin pondok pesantren tersebut, Pondok Pesantren Saif al-Ulum di Kabupaten Subang.
Di luar aktivitasnya itu, bersama istri, Ulum juga menyusun modul belajar kerumahtanggaan bagi keluarga-keluarga muda muslim, sekaligus menjadi Mentor di platform belajar: Sekolah Rumah Tangga. Fokus pengajarannya ada pada 3P (Pra Nikah, Pasutri, dan Parenting) berlandaskan Islam.
Febrianti Almeera dikenal sebagai seorang professional trainer di bidang pengembangan diri islami khusus perempuan, mengisi berbagai pelatihan empowerment Muslimah di seluruh Indonesia, mulai dari lembaga sekolah, kampus, hingga perusahaan dan TV nasional.
Bersama suami, Teh Febrianti Almeera kini mendedikasikan dirinya untuk menjadi pengajar para perempuan pada tema-tema yang membahas tentang membangun keluarga kuat dari dalam rumah: Strong From Home.
Bahwa sejauh apapun seorang perempuan melangkah, pasti tetap akan kembali ke rumah. Karena di rumahnya itulah Allah titipkan jiwa-jiwa mungil nan suci untuk dididik menjadi sebaik-baiknya hamba Allah, generasi peradaban pembuka pintu surga bagi kedua orangtuanya.
Sebagai pribadi, saat ini Teh Febrianti Almeera menjalani kesehariannya sebagai fasilitator Home Education bagi anak-anaknya, mempraktikkan metode pendidikan anak berbasis fitrah.
Sangat banyak perempuan yang sudah merasakan manfaat belajar dengan beliau. Di antara ciri khasnya adalah pemilihan kosa kata yang tepat dan intonasi yang menghujam, juga penjabaran yang ter-skema sehingga mudah untuk diingat. Ciri khas ini akan kentara terutama di dalam kelas Belajar Jadi Istri. MaaSyaa Allah.