Meregulasi Emosi & Beban Mental
Rahasia Ibu Bekerja Tetap Sadar, Produktif & Berdaya
Rahasia Ibu Bekerja Tetap Sadar, Produktif & Berdaya
FAKTA MENGEJUTKAN
Penelitian Harvard Business Review menyebutkan bahwa 62% ibu bekerja mengalami stres lebih tinggi dibandingkan ibu yang tidak bekerja.
Studi lain dari American Psychological Association menunjukkan bahwa ibu bekerja memiliki risiko burnout 28% lebih tinggi dibandingkan rekan kerja pria karena tekanan ganda dari pekerjaan dan urusan rumah tangga.
Survei di Indonesia mengungkapkan bahwa 78% ibu bekerja merasa bersalah karena harus membagi waktu antara pekerjaan dan keluarga, yang berujung pada kelelahan mental dan emosional.
Menurut psikolog klinis, Dr. Karen Bridbord, “Beban mental yang dialami ibu bekerja berasal dari tingginya ekspektasi sosial, baik dari keluarga, lingkungan kerja, maupun masyarakat secara luas.” Tekanan untuk menjadi sempurna dalam dua aspek sekaligus—karier dan rumah tangga—sering kali tidak realistis dan berpotensi menyebabkan kelelahan emosional.
Gangguan kesehatan mental pada ibu bekerja sering kali muncul akibat tanggung jawab ganda dalam keluarga dan pekerjaan yang harus dijalankan secara bersamaan. Situasi ini sering kali membuat mereka kesulitan untuk menyelaraskan kedua peran tersebut. Bahkan, permasalahan yang timbul di tempat kerja maupun dalam rumah tangga dapat saling memengaruhi.
Penelitian dari Harvard University menunjukkan bahwa kesejahteraan emosional seorang ibu berdampak langsung pada perkembangan anak dan dinamika keluarga. Ibu yang mengalami stres tinggi cenderung memiliki anak yang juga mengalami kecemasan dan tekanan emosional.
Apakah Anda merasa lelah secara fisik dan emosional, sering cemas, atau bahkan merasa bersalah karena tidak bisa membagi waktu dengan sempurna?
Jika YA, maka webinar ini adalah solusi untuk Anda!
Anda tidak sendirian, banyak ibu bekerja merasa terjebak dalam dilema: memilih antara karier dan keluarga. Padahal, kuncinya bukan soal Work-Life Balance, melainkan Work-Life Harmony—keselarasan antara pekerjaan, keluarga, dan ibadah agar hidup lebih bermakna dan berkah.
Dalam webinar ini, Anda akan belajar bagaimana
Menjaga harmoni antara pekerjaan, keluarga, dan ibadah tanpa merasa bersalah.
Meregualsi emosi agar tetap tenang di tengah tuntutan profesional dan domestik.
Menjalani peran ibu bekerja sebagai bentuk ibadah yang bernilai pahala.
Mencegah stres dan burnout dengan strategi praktis yang sesuai dengan nilai-nilai Islam.
Memahami bahwa bekerja bukan mencari nafkah, tetapi bentuk kontribusi dan keberkahan.
Benefit
Apa yang Akan Anda Dapatkan?

Teknik Self-Regulation
Cara praktis mengelola emosi agar lebih tenang dan terkendali.

Mindset Work-Life Harmony
Menjalani hidup tanpa harus "memilih" salah satu.

Ibadah dalam Setiap Peran
Bagaimana menjadikan pekerjaan sebagai sarana mendekatkan diri kepada Allah.

Dukungan Komunitas
Bergabung dengan ibu-ibu lain yang memiliki perjuangan serupa.
Dipandu Oleh:
Aktif sebagai Terapis Emotional Healing Sekolah Rumah Tangga, Chief Operation Officer di Laris Jewellery dan Morning Glory Coffee, juga sebagai Chief Operation di HADE Interior & Furniture
Benar adanya ungkapan Imam Syafi’i: “Hati yang tenang adalah kunci kebahagiaan hidup, dan kebahagiaan seorang ibu adalah pondasi bagi ketenangan keluarganya.” Oleh karena itu, Ketika seorang ibu bahagia, keluarganya akan merasakan kedamaian. Ketika seorang ibu tenang, rumah menjadi tempat yang penuh keberkahan.Hati ibu adalah pusat energi keluarga. Ketika ia penuh dengan ketenangan dan kebahagiaan, rumah pun dipenuhi dengan cinta dan keberkahan.