“Hal yang menarik pada peran ibu: semuanya bermuara pada satu kata yang sama, yaitu cinta. Semua landasan kontribusi peran ibu adalah cinta. Semua yang diperoleh anak dari ibu yang menunaikan perannya akan menguatkan jiwanya karena penuh terisi oleh cinta.”




Sejauh apa pun seorang perempuan melangkah, pasti akan tetap kembali ke rumah. Karena di rumahnya itulah, Allah titipkan jiwa-jiwa mungil nan suci untuk dididik dan diarahkan … tentang bagaimana cara menghadapi dunia yang asing dan penuh tipu daya ini.
Peran yang tidak dapat digantikan. Karena hanya pada ibu, Allah karuniakan bagian dari nama-Nya: Rahim, kasih sayang.
Sejauh apa pun Ibu melangkah, Nak … Ibu akan tetap kembali ke rumah. Memelukmu, mendidikmu, mendoakanmu … Menjadi yang terbaik bagimu. Karena Ibu yakin, keberhasilan sejati Ibu bukanlah tentang apresiasi, medali, penghasilan, jabatan, ataupun atribut-atribut duniawi semacam itu. Keberhasilan sejati Ibu … ketika mampu menghantarkanmu mengenal hakikat diri sebagai hamba Allah dan hanya punya satu tugas: mengabdi pada-Nya.
Sebab, itulah keberhasilan ibu yang sesungguhnya. Prestasi sejatinya.
Drama yang (Seakan-akan) Tak Pernah Usai: Ibu Rumah Tangga vs Ibu Bekerja
Indikator Tunainya Tugas Utama Ibu Mendidik Anak
Ibu, Sistem Sekolah
Semua Bermula dari Dalam Rumah
Spirit untuk Menjadi Keluarga yang Kuat dari Dalam
Kualitas Gemilang Generasi di Masa Sebelumnya
Gan Antar-Keduanya
Ibu, Sentral Cinta Keluarga
Jika Ibu "Tidak" Penuh Cinta
Kenapa Fitrah Ibu Tergerus?
Bagaimana Cara agar Menjadi Ibu Penuh Cinta?
Konsisten Menjaga Fitrah Cinta Ibu
Peran Ibu dalam Pendidikan Anak, Semuanya Turunan dari Cinta
Jika Peran Ayah dan Ibu Tertukar
Romansa Cinta
Fitrah Ibu
Setiap Ibu adalah Ibu Terbaik untuk Anaknya
Istimewanya Rahim
Tugas Utama Ibu
Menjadi Ibu, Mulai dari Mana?
Konsep Diri (Self Image, Self Ideal, Self Esteem)
Memaknai Pendidikan Sejati
Pendidikan vs Persekolahan
Bukan Homeschooling
Bagaimana Memulai Pendidikan Berbasis Rumah?
Setiap Anak Terlahir Fitrah
Klasifikasi dan Pendidikan Fitrah
Tujuan Besar Pendidikan: Anak Tumbuh Menjadi Manusia yang Allah Kehendaki
Anak Mengenal Visi Sejati Hidup
Anak Menemukan Misi Spesifik Dirinya
Anak Mengambil Peran di Masyarakat
Anak Berkontribusi Membangun Peradaban
Amanah Keluarga
"Satu buku habis dilahap sehari karena menyenangkan banget, berasa lagi ngobrol sama yang nulis. Ilmunya padet enggak bertele-tele. Semoga kelak makin banyak Keluarga yang strong from home. Semoga terus ada lagi karya berikutnya, Teh Pew dan Kang Ulum."
"Ada banyak buku parenting di era milenial ini dengan metode dan isi yang variatif. Namun, dari beberapa buku parenting yang pernah saya baca, saya baru menemukan buku parenting yang isinya tidak membuat saya bingung dan minder sebagai calon ibu. Tidak membuat saya dihantui rasa takut bahwa suatu hari saya gagal mendidik anak. Sebab, dalam buku Saatnya Ibu Menjadi Ibu ini benar-benar memberikan pemahaman bahwa setiap perempuan layak menjadi ibu dan pasti bisa menjadi ibu yang berkualitas, selama tidak menghilangkan fitrah kita sebagai seorang perempuan. Maa syaa Allah tabarakallah."
"Akhirnya selesai juga baca buku SIMI. Maasyaa Allah. Ternyata aku masih harus banyak belajar. Ah, speechless, pokoknya terima kasih Teh sudah menulis buku ini. Keren banget. Highly recommended buat para ibu dan calon ibu agar sadar dan paham peran ibu yang sebenar-benarnya."
Saatnya Ibu Menjadi Ibu karya Febrianti Almeera
Paket Buku Saatnya Ayah Mendidik karya Ulum A. Saif & Saatnya Ibu Menjadi Ibu karya Febrianti Almeera