The Most Wanted Couple Book
Semua yang terjadi di dalam rumah akan mengungkap jati diri kita satu demi satu. Lapis demi lapis. Mari ciptakan suka duka, tawa tangis yang lebih bermakna. Saatnya kita bekerjasama. Karena peradaban dimulai dari unit terkecil bernama keluarga. Temukan jawabannya di The Most Wanted Couple Book: SAM & SIMI.





Saatnya Ayah Mendidik
Di Negeri Tanpa Ayah, perannya tajam di luar rumah, tapi tumpul di dalam rumah. Di Negeri Tanpa Ayah, kekecewaan di tempat kerja ia tumpahkan ke dalam rumah.
Di Negeri Tanpa Ayah, sibuk berangkat kerja sebelum anaknya membuka mata, lelah pulang kerja setelah anaknya tertidur tanpa doa. Di Negeri Tanpa Ayah, anak-anaknya jarang diajak bicara.
Di Negeri Tanpa Ayah, sekalinya diajak bicara justru ditegur keras karena anaknya tak sehebat dirinya. Di Negeri Tanpa Ayah, ia hanya ada dengan anaknya, tapi tidak bersama dengannya.
Di Negeri Tanpa Ayah, anak-anak tak berani memutuskan untuk dirinya. Di Negeri Tanpa Ayah, anak-anak mendewasa hanya usia, tak mendewasa pemikirannya.
Di Negeri Tanpa Ayah, para ibu gagal menjadi madrasah.
Di Negeri Tanpa Ayah, para ibu menjadi madrasah, tapi tak punya kepala sekolah.
Negeri Tanpa Ayah
Yatim Sebelum Waktunya
Hilangnya Sosok Ayah
Indonesia: "Fatherless Country" Ketiga di Dunia
Bahaya Terbesar adalah Tidak Ada Role Model
Siapakah Anak Kita?
Apa Itu Manusia?
Islamic Human Nature Concept
Ayah Ahli Hikmah
Pendidikan Utama dari Ayah
Pendidikan Istimewa dari Ayah
Mendidik Keimanan Anak Sesuai Perkembangan Usianya
Mendorong Rasa Ingin Tahu Anak Sesuai Perkembangan Usianya
True Story, Mendadak Jadi Ayah
Mendidik Tabiat (Bakat) Anak Sesuai Perkembangan Usianya
Mendidik Syahwat Anak Sesuai Perkembangan Usianya
Kisah Persalinan Istriku
HP dan Game Online
Gantung Diri karena HP
Ngobrol dengan Istri
Hadir 100%
Kisah Imam Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah
Memulai dari Koneksi sebelum Koreksi
Pada Akhirnya
Sejauh apa pun seorang perempuan melangkah, pasti akan tetap kembali ke rumah. Karena di rumahnya itulah, Allah titipkan jiwa-jiwa mungil nan suci untuk dididik dan diarahkan … tentang bagaimana cara menghadapi dunia yang asing dan penuh tipu daya ini.
Peran yang tidak dapat digantikan. Karena hanya pada ibu, Allah karuniakan bagian dari nama-Nya: Rahim, kasih sayang.
Sejauh apa pun Ibu melangkah, Nak … Ibu akan tetap kembali ke rumah. Memelukmu, mendidikmu, mendoakanmu … Menjadi yang terbaik bagimu. Karena Ibu yakin, keberhasilan sejati Ibu bukanlah tentang apresiasi, medali, penghasilan, jabatan, ataupun atribut-atribut duniawi semacam itu. Keberhasilan sejati Ibu … ketika mampu menghantarkanmu mengenal hakikat diri sebagai hamba Allah dan hanya punya satu tugas: mengabdi pada-Nya.
Sebab, itulah keberhasilan ibu yang sesungguhnya. Prestasi sejatinya.
Drama yang (Seakan-akan) Tak Pernah Usai: Ibu Rumah Tangga vs Ibu Bekerja
Indikator Tunainya Tugas Utama Ibu Mendidik Anak
Ibu, Sistem Sekolah
Semua Bermula dari Dalam Rumah
Spirit untuk Menjadi Keluarga yang Kuat dari Dalam
Kualitas Gemilang Generasi di Masa Sebelumnya
Gan Antar-Keduanya
Ibu, Sentral Cinta Keluarga
Jika Ibu "Tidak" Penuh Cinta
Kenapa Fitrah Ibu Tergerus?
Bagaimana Cara agar Menjadi Ibu Penuh Cinta?
Konsisten Menjaga Fitrah Cinta Ibu
Peran Ibu dalam Pendidikan Anak, Semuanya Turunan dari Cinta
Jika Peran Ayah dan Ibu Tertukar
Romansa Cinta
Fitrah Ibu
Setiap Ibu adalah Ibu Terbaik untuk Anaknya
Istimewanya Rahim
Tugas Utama Ibu
Menjadi Ibu, Mulai dari Mana?
Konsep Diri (Self Image, Self Ideal, Self Esteem)
Memaknai Pendidikan Sejati
Pendidikan vs Persekolahan
Bukan Homeschooling
Bagaimana Memulai Pendidikan Berbasis Rumah?
Setiap Anak Terlahir Fitrah
Klasifikasi dan Pendidikan Fitrah
Tujuan Besar Pendidikan: Anak Tumbuh Menjadi Manusia yang Allah Kehendaki
Anak Mengenal Visi Sejati Hidup
Anak Menemukan Misi Spesifik Dirinya
Anak Mengambil Peran di Masyarakat
Anak Berkontribusi Membangun Peradaban
Amanah Keluarga
"Buku ini, sudah menyentak sejak lembar pertama. Menyadarkan bahwa peran ayah tidaklah sederhana. Salah-salah, seorang anak bisa menjadi 'yatim' sedangkan sang ayah hidup bersamanya."
"Buku dari Kang Ulum ini, sungguh menginspirasi bahwa keluarga sebagai fondasi utama seorang manusia membutuhkan peran ayah, lebih daripada yang selama ini kita pikirkan. Teruslah menginspirasi, Kang Ulum."
"Buku ini cocok untuk ayah maupun calon ayah yang ingin menjadi ayah seutuhnya. I think it should be in the 'top ten' in bookstores. Buku ini menyadarkan peran ayah sesungguhnya. Kalau habis baca buku ini tetap gak sadar-sadar, namanya keterlaluan."
"Satu buku habis dilahap sehari karena menyenangkan banget, berasa lagi ngobrol sama yang nulis. Ilmunya padet enggak bertele-tele. Semoga kelak makin banyak Keluarga yang strong from home. Semoga terus ada lagi karya berikutnya, Teh Pew dan Kang Ulum."
"Ada banyak buku parenting di era milenial ini dengan metode dan isi yang variatif. Namun, dari beberapa buku parenting yang pernah saya baca, saya baru menemukan buku parenting yang isinya tidak membuat saya bingung dan minder sebagai calon ibu. Tidak membuat saya dihantui rasa takut bahwa suatu hari saya gagal mendidik anak. Sebab, dalam buku Saatnya Ibu Menjadi Ibu ini benar-benar memberikan pemahaman bahwa setiap perempuan layak menjadi ibu dan pasti bisa menjadi ibu yang berkualitas, selama tidak menghilangkan fitrah kita sebagai seorang perempuan. Maa syaa Allah tabarakallah."
"Akhirnya selesai juga baca buku SIMI. Maasyaa Allah. Ternyata aku masih harus banyak belajar. Ah, speechless, pokoknya terima kasih Teh sudah menulis buku ini. Keren banget. Highly recommended buat para ibu dan calon ibu agar sadar dan paham peran ibu yang sebenar-benarnya."
Paket Buku Saatnya Ayah Mendidik karya Ulum A. Saif & Saatnya Ibu Menjadi Ibu karya Febrianti Almeera