Kelas Online paling banyak dicari dan dipelajari di Sekolah Rumah Tangga kembali hadir
Berikut ini adalah beberapa media pembelajaran sebagai persembahan dari Sekolah Rumah Tangga untuk Kedaulatan Keluarga Muda Muslim Indonesia.
Kami hadir sebagai perwujudan rasa syukur dan kepedulian. Tidak semua kondisi rumah tangga baik, demikian pula tidak semua kondisi rumah tangga itu buruk. Dari kondisi rumah tangga yang baiklah kami bersyukur dan ingin berbagi pembelajaran bersama keluarga-keluarga lain. Dan dari kondisi rumah tangga yang belum baik itulah kami peduli untuk mau belajar dan memperbaiki generasi.
Maka, inilah kami, hadir sebagai partner sesama keluarga untuk belajar dan bertumbuh bersama di masa Pra Nikah, sebagai Pasutri (pasangan suami istri), dan setelah menjadi orangtua (Parenting)
Pra Nikah
Kami menyaksikan bahwa bekal pertama untuk memasuki jenjang kehidupan rumah tangga adalah dengan serius mengenali diri secara hakiki. Maka, Kenal Diri dan Pengembangan Diri adalah fokus pembelajaran di masa Pra Nikah.
Pasutri
Alih-alih membuat sesuatu yang membuat pasangan jadi merasa baperan, kami lebih fokus untuk menguatkan ikatan spiritual & emosional (hubungan jiwa ke jiwa) antara suami & istri. Kami meyakini bahwa memperbaiki relasi suami & istri adalah awal dari memperbaiki generasi di masa mendatang.
Parenting
Menjadi Orangtua adalah Amanah. Perlu kekompakan antara Ayah & Ibu dalam mendidik anak. Kami meyakini bahwa kekompakan orangtua berangkat dari Misi Keluarga, juga pemahaman yang selaras tentang Islamic Human Nature Concept (Fitrah), serta waspada akan ancaman yang menyerang keluarga dengan senantiasa melakukan pembersihan jiwa (Tazkiyatun Nafs)
Berikut ini adalah penuturan
"Bercampur perasaan pas baca buku Saatnya Ibu Menjadi Ibu. Antara ghirah untuk jadi Ibu yang lebih baik dan haru. Barokallahu fiikum. Bukunya nyaman sekali dibaca tanpa mengurangi esensinya."

"Berkali-kali, terhenti dan mesti istighfar berkali-kali. Buku Membasuh Luka Pengasuhan ini berbicara dari hati hingga sampainya juga ke hati."

"Ini merupakan buah karya yang luar biasa dari guru saya Ust. Ulum A. Saif, terimakasih bukan hanya karena telah menulis buku Membasuh Luka Pengasuhan melalui Tazkiyatun Nafs ini, tapi juga karena telah menghadirkan harapan demi harapan untuk segera pulih."

"Buku Saatnya Ayah Mengasuh ini buku pertama yang selesai dibaca di awal tahun. Ini sungguh menginspirasi bahwa keluarga adalah fondasi utama seorang manusia, butuh peran Ayah lebih dari yang selama ini kita pikirkan."

Fleksibilitas belajar benar-benar dirasakan oleh peserta. Video dari materi pembelajaran akan tayang setiap 3 hari sekali. Sehingga, siswa dapat menyimak materinya dengan tenang di jam berapapun dan dimanapun. Fleksibel.
Bahasan materi yang biasanya rumit, dibahasakan ulang oleh para mentor dengan bahasa yang sederhana juga mudah dimengerti, sekaligus diksi dan intonasi khas yang mengajak untuk merenung dan menyentuh perasaan.
Alih-alih merasa baper dengan materi-materinya, para peserta justru akan mendapatkan bekal, sehingga yang belum menikah tidak jadi merasa inferior, yang sudah menikah pun tidak mengompori untuk buru-buru nikah. Bekal, niat, dan kesanggupan, akan terasa diselaraskan.
يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّا خَلَقْنَاكُم مِّن ذَكَرٍ وَأُنثَىٰ وَجَعَلْنَاكُمْ شُعُوبًا وَقَبَائِلَ لِتَعَارَفُوا “Wahai manusia! Sungguh, Kami telah menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan, kemudian Kami jadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal (lita’ārafū).” — QS. Al-Hujurat: 13 Pengertian Ta’aruf: Lebih dari Sekadar Perkenalan Ta’aruf berasal dari akar kata bahasa Arab […]
Beberapa hari yang lalu, saya diminta untuk memberikan Khutbah Nikah. Allah Yang Maha Pemilik Segalanya, mengarahkan lisan ini untuk memberi Khutbah tentang Perbedaan Cinta Mawaddah dan Cinta Rahmah. Tentu saja, telinga terdekat dari penerima nasehat adalah pemberi nasehat itu sendiri; saya. Dalam percakapan sehari-hari kita, Sakinah sering diucapkan seolah-olah sejajar dengan Mawaddah dan Rahmah, sehingga […]
Perhatikan, dia yang paling tenang di rumah ini adalah dia yang paling besar membawa rezeki oleh: Ulum A Saif Saya baru sadar, lingkar pertemanan terdekat saya yang umurnya sebaya di rentang usia sekarang ini ternyata adalah mereka dengan profesi sebagai pengusaha. Maka, saat bertemu, obrolannya tidak jauh-jauh dari seputar produk, penjualan, tim kerja, hingga sistem […]
Kami selalu yakin bahwa sebuah peradaban yang maju, selalu dimulai dari rumah