Sejak mengampu Sekolah Rumah Tangga, saya dan istri sudah “curiga” kalau perubahan dalam keluarga itu akan Efektif terjadi ketika arah perubahan itu dimulai dari Kepala Keluarganya. Sudah banyak contoh dan kejadiannya.
Kecurigaan yang bernuansa hipotesa itu diujicobakan dalam program-program Sekolah Rumah Tangga, baik itu program offline ataupun online. Dan, lagi-lagi, dugaan itu benar, bila Kepala Keluarga sudah membuat keputusannya, maka perubahan dalam keluarga itu efektif untuk terjadi.
Dugaan ini berdasar, di antaranya, karena Suami adalah Pelindung bagi Istri. Sang Pelindung, dimanapun itu, akan lebih efektif dalam memberikan perubahan di dalam institusi yang ia lindungi. Tentu saja.
Contoh nyata.
Ada seorang istri yang sudah cukup lama belajar tentang pengolahan sampah rumah tangga. Bagaimana memilah sampah antara sisa makanan dengan plastik? Sudah lama ia pelajari. Bahkan, sang istri sudah “advance” belajarnya, karena dari penyebutan istilah pun harus tepat: “Ini tuh bukan sampah, tapi ini tuh sisa konsumsi.” ☺️
Kalau disebut “sampah”, otomatisnya langsung pengen buang. Tapi, kalau disebut “Sisa Konsumsi”, kita bisa mikir gimana ya pengolahannya?
Saat apa yang dipelajari itu akan diterapkan di dalam rumah, apa yang terjadi?
Sulit.
Kenapa sulit?
Karena sang Kepala Keluarga belum tergerak. Kepala Keluarga belum melihat bahwa mengolah sampah itu penting. Padahal, istrinya sudah setiap hari bawel kepadanya tentang betapa pentingnya pengolahan sampah.
Hingga tiba suatu hari, sang suami dapat kabar bahwa pengambilan sampah di perumahan terhambat karena sampah di Tempat Pembuangan Akhir sudah penuh. Barulah sang Kepala Keluarga ini bergerak. Dan, perubahan yang terjadi di keluarga tersebut terhadap pengolahan sampah, benar-benar amat efektif terjadi. Tidak pernah terjadi perubahan baik yang secepat itu sebelumnya.
Di sini, sang Istri perlu pandai memilih sikap. Karena, bila salah-salah dalam merespon, misalnya, “Aku bilang juga apa, dari dulu… bla. bla. bla”, bisa-bisa, Suami akan bete, berkecil hati dan kembali mengurungkan keputusannya, kembali kepada kebiasaannya yang lama.
Nah, Formula untuk “menyadarkan” Kepala Keluarga itu selalu ditanyakan oleh kaum Ibu, “gimana ya caranya biar inisiatifnya muncul dari diri Suami?”
Berita baiknya, Sekolah Rumah Tangga sudah memiliki formula itu. Namun, tentu saja Formula itu tidak akan disampaikan di tulisan ini 😉
Jadi, stay tuned aja ya.
Founder Sekolah Rumah Tangga