Siapakah Ahli Hikmah yang diberitakan dalam Al Qur’an?
Ialah Luqmanul Hakim.
Atas peran apakah ia mendapat gelar sebagai Ahli Hikmah?
Yakni atas rasa Syukurnya yang luar biasa kepada Allah ta’aala.
Apa buktinya bahwa ia memiliki rasa syukur yang luar biasa kepada Allah ta’aala?
Yakni dengan menjadi sosok Ayah yang memberikan pengajaran kepada anaknya.
Dan, kita tahu, sosok Luqmanul Hakim itu dikabarkan oleh Allah ta’aala di Surat Luqman. Barangkali banyak yang belum tahu, sebelum Sosok Luqmanul Hakim itu “diperkenalkan”, terlebih dahulu Allah ta’aala memperingatkan kepada kita tentang لهو الحديث , yaitu “percakapan yang sia-sia”
Untuk menjadi Ahli Hikmah, untuk menjadi Ahli Syukur, untuk menjadi Sosok Ayah, ternyata tantangannya adalah percakapan yang sia-sia.
Mari simak Imam As-Suyuhti yang mengutip dari Imam Ibnu ‘Abbas tentang Asbabun Nuz ayat 6 surat Luqman.
وَمِنَ ٱلنَّاسِ مَن يَشْتَرِى لَهْوَ ٱلْحَدِيثِ لِيُضِلَّ عَن سَبِيلِ ٱللَّهِ بِغَيْرِ عِلْمٍ وَيَتَّخِذَهَا هُزُوًا ۚ أُو۟لَٰٓئِكَ لَهُمْ عَذَابٌ مُّهِينٌ
“Dan di antara manusia (ada) orang yang mempergunakan perkataan yang tidak berguna untuk menyesatkan (manusia) dari jalan Allah tanpa pengetahuan dan menjadikan jalan Allah itu olok-olokan. Mereka itu akan memperoleh azab yang menghinakan.”
Kaum Kafir Quraisy amat paham betul akan keluhuran bahasa. Mereka sadar, ketinggian cita rasa bahasa Al Qur’an tak ada yang menandingi. Mereka sadar, jika semakin banyak orang mendengar dan menikmati bacaan Al Qur’an yang dibacakan oleh Rasul, maka akan semakin banyak orang yang akan menerima dakwahnya Rasul.
Maka, salah seorang tokoh mereka, yaitu Nadhr bin Harits, pergi jauh hingga ke negeri Syam untuk menemukan seorang perempuan yang bersuara indah. Perempuan itu kemudian dibawa ke Mekkah.
Dan, setiap kali Rasulullah membacakan ayat-ayat Al Qur’an, maka tidak jauh dari posisi beliau, perempuan bersuara indah tadi akan “dinaikkan ke atas panggung” untuk bersenandung dan menghasilkan kerumunan.
Kerumunan itu dimaksudkan untuk memecah fokus orang-orang agar tidak menikmati ketinggian cita rasa bahasa dari ayat-ayat Al Qur’an yang dibacakan oleh Rasul.
Rupanya, sedari dulu, sudah ada orang-orang yang rela keluar uang yang banyak untuk menghasilkan dunia hiburan. Istilah zaman sekarang, mungkin: investornya industri hiburan.
Dan, bila direnungkan bahwa ini menjadi pengantar menuju perkenalan sosok Ayah Luqmanul Hakim, maka sudah sepantasnya para Ayah Waspada terhadap hiburan-hiburan, yang dalam Al Qur’an disebut dgn لهو الحديث
Wallahu a’lam
#UlumASaif
#BelajarJadiAyah
#SelarasFitrah
Founder Sekolah Rumah Tangga