Beberapa hari yang lalu, saya diminta untuk memberikan Khutbah Nikah. Allah Yang Maha Pemilik Segalanya, mengarahkan lisan ini untuk memberi Khutbah tentang Perbedaan Cinta Mawaddah dan Cinta Rahmah.
Tentu saja, telinga terdekat dari penerima nasehat adalah pemberi nasehat itu sendiri; saya.
Dalam percakapan sehari-hari kita, Sakinah sering diucapkan seolah-olah sejajar dengan Mawaddah dan Rahmah, sehingga muncul istilah SAMARA.
Padahal, dalam Surat Ar Rum ayat 21, dikabarkan kepada kita bahwa posisinya ternyata tidaklah sejajar.
Apa maksudnya?
وَمِنْ اٰيٰتِهٖٓ اَنْ خَلَقَ لَكُمْ مِّنْ اَنْفُسِكُمْ اَزْوَاجًا لِّتَسْكُنُوْٓا اِلَيْهَا
”Dan di antara tanda-tanda (kebesaran)-Nya ialah bahwa Dia menciptakan pasangan-pasangan untukmu dari (jenis) dirimu sendiri (manusia) agar kamu merasa tenang kepadanya.”
Pelajaran Pertama, Tujuan Pernikahan itu sederhana, yakni mendapatkan ketenangan bersama pasangan yang halal. Maka, segala keputusan, ucapan, tindakan yang merusak ketenangan bersama pasangan, haruslah dihindari.
Pelajaran Kedua. Perhatikan bahwa kata لتسكنوا artinya: “agar kamu merasa tenang” itu disampaikan dalam bentuk Fi’il Mudhari’ yang berarti suatu aktivitas yang dikerjakan saat ini, juga dikerjakan besok hari dan seterusnya.
Jadi, tenang bersama pasangan bukanlah pekerjaan 1 hari, ini adalah upaya yang di-ikhtiyarkan secara terus menerus.
وَجَعَلَ بَيْنَكُمْ مَّوَدَّةً وَّرَحْمَةًۗ
Pelajaran Ketiga (dari lanjutan kalimat pada ayat yang sama) bahwa ternyata modal untuk bisa tenang bersama pasangan itu sudah ada, yakni Mawaddah dan Rahmah.
Kata جعل bentuk Fi’il Madhi yang berarti Telah Dijadikan, membuat Mawaddah dan Rahmah adalah pra syarat untuk mendapatkan ketenangan bersama pasangan (Sakinah).
Jadi, posisi Sakinah ini tidaklah sejajar dengan Mawaddah dan Rahmah.
Lalu, apa itu Mawaddah?
Juga apa itu Rahmah?
Menurut Imam Mujahid dan Ikrimah, Mawaddah adalah dorongan untuk bersetubuh. Sementara Rahmah adalah kata ganti dari rasa sayang kepada anak.
Keduanya adalah modal untuk bisa tenang dan tenteram kepada pasangan.
Mawaddah itu Cinta yang lahir dari hal-hal yang sifatnya fisik, hasrat biologis. Sementara Rahmah adalah Cinta yang lahir dari hal-hal yang sifatnya batin, ruhiyah.
Arah ekspresi dari Cinta Mawaddah itu kepada diri sendiri. Sementara arah ekspresi dari Cinta Rahmah adalah kepada orang lain.
”Aku Mencintaimu agar aku jadi tenang,” ini cinta jenis Mawaddah.
”Aku Mencintaimu agar engkau jadi tenang,” ini cinta jenis Rahmah.
Dalam Rumah Tangga, Suami & Istri butuh keduanya dari jenis cinta ini agar bisa menjadi tenang satu sama lain.
Oleh sebab itu, jika hanya mengejar aku saja yang jadi tenang, tenteram, bahagia dan seterusnya.. maka ia egois.
Dan, jika hanya kamu saja yang tenang, tenteram, bahagia dan seterusnya.. sampai melupakan dirinya sendiri, maka ini tragis. Seperti lilin, ia menerangi, tapi dirinya habis.
Bagimana caranya agar ketenangan (Sakinah) bisa didapatkan dengan Cinta Mawaddah dan Rahmah ini?
Jawabannya adalah dengan membersihkan hati. Sebab, Sakinah itu diturunkanya ke hati. Mawaddah dan Rahmah pun bermula dari hati.
Maka, ketenangan bersama pasangan tidak pernah bisa dipisahkan dari kebersihan hati.
Untuk solusi yang lebih lengkap tentang hal ini, Sekolah Rumah Tangga memiliki program agar Rumah Tangga tidak Egois dan Tragis, yaitu Kelas Belajar Jadi Suami & Belajar Jadi Istri.
Link Pendaftaran:
belajarjadisuami.com (Laki-laki)
belajarjadiistri.com (Perempuan)
Founder Sekolah Rumah Tangga