Perhatikan, dia yang paling tenang di rumah ini adalah dia yang paling besar membawa rezeki
oleh: Ulum A Saif
Saya baru sadar, lingkar pertemanan terdekat saya yang umurnya sebaya di rentang usia sekarang ini ternyata adalah mereka dengan profesi sebagai pengusaha.
Maka, saat bertemu, obrolannya tidak jauh-jauh dari seputar produk, penjualan, tim kerja, hingga sistem bisnis dan perluasannya.
Menariknya, obrolan para pengusaha hebat nan rendah hati kemarin itu sampai pada satu kesimpulan bahwa “ide-ide bisnis yang bikin breakthrough itu ternyata didapat bukan saat meeting, tapi saat nyantai.”
Semakin banyak waktu untuk kerja, justru hasil kerjanya tidak sesuai harapan. Saat kemelekatan hati atas hasil kerja itu dilepas, justru hasilnya datang melimpah lebih dari yang pernah dibayangkan.
Apa bedanya ini dengan malas?
Kalau jadi pemalas, jelas tidak menghasilkan apa-apa. Namun, terlalu kerja keras juga nyatanya hasil tidak sebanding dengan kerjanya.
Di mana bedanya?
Dalam konteks bisnis, tentu saja saya tidak bisa terlalu bicara banyak karena saya bukan pebisnis. Tapi, beberapa kali menerima cerita dan konsultasi dari para suami soal perjuangannya menafkahi keluarga, membuat saya melihat benang merah di sini.
Banyak suami yang cerita kalau proyeknya jadi berhasil, bonus yang tak diduga-duga jadi hadir, rezeki jadi betul-betul terasa cukup bahkan berlimpah justru pada saat mereka hadir memberi hati dan perhatian kepada istri dan anak.
Sedangkan jika mereka badannya sedang bersama istri dan anak, tapi pikirannya mendua ke pekerjaan, hatinya tidak hadir memberi perhatian pada apa yang terjadi di dalam rumah, rezeki itu rasanya susah.
Inilah nampaknya rahasia dari ketenangan —bukan kemalasan.
Orang yang tenang akan mudah melihat kebaikan. Orang yang tenang akan mudah melihat celah peluang. Orang yang tenang akan mudah berterima kasih atas waktu dan kesempatan yang dimilikinya sekarang.
Dan, rupanya itulah bukti syukurnya di hadapan Allah Yang Maha Pengatur Rezeki.
”Jika kamu bersyukur maka pasti akan Aku Tambahkan nikmatnya untukmu..” QS. Ibrahim: 7
لَئِنْ شَكَرْتُمْ لَاَزِيْدَنَّكُمْ
Di sinilah pentingnya Suami & Istri untuk bisa selaras meraih Ketenangan dalam Rumah Tangga.
Jangan sampai omongan orang lain, kejadian yang ada.. apapun itu, dari siapapun, membuat hati jengkel dan mulut berkeluh karena itu akan merusak ketenangan, dan ujungnya jadi mempersulit dalam menjemput rezeki.
Sekola Rumah Tangga membuka Program Membangun Keselarasan Rumah Tangga berbasis Pola Pikir Qur’ani, yaitu:
Kelas Belajar Jadi Suami & Belajar Jadi Istri
Pendaftaran:
belajarjadisuami.com (Laki-laki)
belajarjadistri.com (Perempuan)
✅ 11 Video Materi Ekslusif
✅ 5X Live QnA bersama Mentor
✅ Free Toolkit (pdf) Panduan Membangun Keserasian Suami Istri
Founder Sekolah Rumah Tangga