Oleh: Ulum A. Saif
Seorang suami mendapat kiriman Voice Note dari istrinya. Isi dari Voice Note itu ternyata suara tangisan bayi juga ada teriakan dari istri.
“Udah! Berhenti Nangisnya!! Udah!” itu yang terdengar dari isi Voice Note.
Saat itu, suami sedang ada kegiatan di luar kota. Butuh 2 hingga 3 jam perjalanan untuk pulang. Dari isi Voice Note, ia yakin kalau Baby Blues istrinya kembali muncul dan kambuh.
Chatting berikutnya yang masuk dari istri, semakin menguatkan dugaan itu.
“Aku capek”
“Aku takut melukai bayi”
“Aku takut melukai diri aku sendiri”
Ia pun menatap nanar isi chatting dari istrinya. Bayangan yang tidak-tidak terlintas di pikirannya. Ia coba menolak bayangan itu sekuat-kuatnya.
Dengan nafas yang mulai tidak karuan, ia pun mengirimkan chatting balasan,
“Coba kamu tenang”
“Aku pulang sekarang”
Sedetik kemudian. Semenit kemudian. Di layar chatting itu hanya muncul checklist satu. Ia coba telepon. Tapi, nomor istrinya tidak aktif. Bayangan yang tidak-tidak tentang istri dan bayinya kembali hadir, bahkan kini lebih kuat.
Ditengah rasa kalut yang luar biasa, ia merasa butuh keajaiban segera.
Pulang dengan pesawat? Tidak mungkin.
Pulang dengan kereta cepat? Di sini tidak ada.
Pulang dengan menghilang? Arrrrgggghhhhh!!
Di saat hampir putus harapannya itu, tiba-tiba ia teringat amalan peminta pertolongan.
Ya, sedekah.
Ia bertekad untuk sedekah. Maka mesin mobil pun ia nyalakan. Pedal gas langsung diinjak kerasnya. Ia harus segera pulang demi menenangkan istri dan anaknya.
Di tengah perjalanan, ia sudah siapkan uang sedekahnya. Tapi, kenapa jalanan tiba-tiba kosong? Kenapa tidak ada peminta-minta?
Padahal biasanya banyak di pertigaan meskipun di malam hari seperti sekarang. Ia semakin menggenggam erat uang sedekahnya.
Bayangan bayi dan istrinya semakin menguat. Ia coba telepon lagi, tapi tidak juga diangkatnya.
Di jalanan yang agak sempit, akhirnya sosok itu terlihat. Sosok yang mengatur jalan, memberhentikan satu lajur kendaraan, dan membuka satu lajur lainnya.
Ia tidak sabar ingin segera mendekat pada sosok itu, tapi antrean kendaraan membuatnya tidak bisa kemana-mana.
“Allah.. Allah..” demikian batinnya mengiba.
Akhirnya, ia berjumpa dengan sosok itu. Biasanya ia kasih 2.000 atau bahkan 500 perak, di malam itu ia selipkan uang 100.000.
“Tolong doakan saya Pak,”
Karena tidak biasa ada yang meminta doa, sosok pengatur jalan itu pun jadi memeriksa uang pemberiannya. Air mukanya tiba-tiba berubah. Dengan tulus ia berucap,
“Terima kasih banyak, semoga sehat sekeluarga, Pak”
Setelah mengaminkan doa pengatur jalan tadi, sejurus kemudian ia baru teringat sesuatu,
“Kenapa tidak coba minta tolong tetangga?”
Maka, ia pun segera menghubungi nomor tetangga. Alhamdulillah aktif. Ia kabarkan secara hati-hati agar disana tidak terlalu panik berlebihan.
Ia hanya minta dikabari, “Apakah ada suara tangisan bayi?”
Jawaban dari tetangga membuatnya tenang tapi juga sekaligus penuh tanda tanya,
“Tadi sih ada bayi nangis. Sekarang sudah tidak ada..”
Ia semakin menancap gas. Jalanan benar-benar lengang. Tepat jam 9 malam, ia pun sampai. Dibukanya perlahan pintu rumah. Ditengoknya ke dalam kamar.
Bayi sedang tertidur pulas. Alhamdulillah. Tapi di mana istrinya? Kenapa tidak ada di sana?
Rupanya, sang istri sedang ada di dapur. Ia kesulitan menyuap satu dua makanan. Sang suami segera mengambil piring itu dan menyuapi istrinya langsung dari tangannya.
“Makasih..” lirih ucap istrinya sambil meneteskan air mata.
“Maafin aku.. Aku gak kuat..”
“Kamu bisa cerita nanti, sekarang makan dulu,” ia kembali menyuapi istrinya.
Rupanya, ada kejadian yang men-trigger emosi istri. Ditambah bayi yang tidak bisa lepas.
“Tadi, entah gimana caranya, bayi tiba-tiba berhenti nangis. Pas aku lagi gak kuat-kuatnya. Dia berhenti nangis itu, bantu aku banget untuk lebih tenang.”
Sahabat, yang telah membaca sampai di slide ini, saya sering menyarankan kepada para Kepala Keluarga untuk rutin bersedekah, niatkan untuk menjaga Istri dan Anak di rumah, apalagi kalau lagi di luar kota, terpisah.
Teman-teman bisa bersedekah di manapun. Silakan.
Semoga Allah senantiasa Menjaga Diri dan Keluarga kita.